Selasa, 14 Februari 2012

Burung-burung dari Hutan Hujan Tropis Manokwari Papua Barat

  
Papua adalah pulau yang terbesar ke dua di dunia setelah Greenland. Papua terletak di wilayah tropis samudra Pasifik. Kebanyakan dari pulau tersebut masih ditutupi oleh hutan hujan tropis yang masih belum dijamah orang di mana berbagai jenis burung, binatang mamalia, melata dan serangga hidup di dalamnya. Burung Cendrawasih (paradisaea apoda) atau dikenal juga dengan sebutan burung surga adalah salah satu spesies yang saat ini sedang dalam bahaya kepunahan. Meskipun pemerintah setempat telah melarang perburuan burung-burung yang terancam punah tersebut, orang masih saja memburuinya karena harganya yang mahal sekali terlebih jika dijual dalam keadaan hidup. Burung taun-taun (hornbill), kakaktua putih (cacatua galerita) dan kakaktua raja (goliath cockatoo) merupakan spesies yang indah dan masih dapat kita lihat di Gunung Meja Manokwari. Pengamatan burung adalah sebuah aktivitas yang menarik di mana banyak wisatawan yang suka melakukannya di hutan ini.
Saat saya sedang berjalan dengan tiga orang turis Rusia di hutan ini pada 16 Januari 2010 yang lalu, kami berhasil menemukan lokasi di mana burung Kakaktua Raja itu berada. Mereka membuat sarang atau lubang di pohon-pohon yang tinggi. Tidak mudah untuk mengambil gambar mereka jika kami tidak menggunakan kamera digital yang dilengkapi lensa panjang. Mikhail membawa kamera tersebut dan mengambil beberapa foto burung kakatua raja tersebut.
Kami harus benar-benar bersabar jika ingin melihat atau mengamati burung yang hidup liar di habitatnya. Jika kami mendekati mereka terlalu dekat, mereka akan terbang jauh. Kadang-kadang mereka berdiri di tempat yang tersamar. Saya ingat saat ketika kami menemukan sebuah burung hantu yang warna bulunya adalah coklat. Kami tidak begitu yakin apakah itu adalah seekor burung atau tidak kaena burung itu nampak seperti daun kering di atas permukaan tanah. Sahabatku Paul mengambil sepotong tongkat dan menyentuh burung itu. Tiba-tiba saja burung itu membuka mulut dan matanya. Mikhail (salah satu dari turis-turis Rusia ini) dan Saya mengambil beberapa foto burung ini. Karena bulunya yang basah semua, burung ini tidak nampak seperti burung hantu. Tahukah Anda seperti apa seekor burung hantu? Jika tidak, mungkin Anda pernah menonton film Harry Potter. Dalam film itu, Anda bisa menyaksikan burung hantu.

Di kaki Gunung Meja Manokwari, penduduk lokal suka menahan burung di dalam sangkar di rumah-rumah mereka. Kadang-kadang kami melihat burung luri dan kakaktua putih di samping binatang lain seperti kuskus. Saya secara pribadi tidak setuju burung-burung itu di tahan di rumah karena mereka akan menjadi stress dan mencabut bulu mereka. Ada seorang seniman Papua yang suka melukis cat minyak burung Cendrawasih atau Burung Surga. Setiap kali seniman datang dan menginap di Losmen Kagum, saya akan mengantar mereka ke sana untuk menikmati karya-karya lukisnya yang indah. Cendrawasih adalah salah satu burung yang terindah di dunia. Sayangnya spesies yang satu ini sedang mengalami kepunahan. Untuk menghentikan perburuan burung yang langka dan berharga ini, kita harus menyediakan mata pencarian alternatif bagi masyarakat lokal. Dengan membeli cinderamata/ souvenir atau barang-barang kerajinan tangan yang dihiasi dengan ornamen burung Cendrawasih, kita telah mendukung mereka dengan memberi penghasilan tambahan sehingga mereka tidak akan berburu binatang di hutan lagi.

1 komentar:

  1. salam bu..
    sorry mungkin salah alamat saya minta tolongnya,
    saya kebetulan hobby burung juga.
    bu punya contak person yang jual Sangkar Layang untuk burung tekukur ?
    saya dari bandung bu.
    bisa kirim ke email saya : tekukurku@gmail.com
    terimakasih banyak

    BalasHapus