Jumat, 10 Februari 2012

Spekulasi Memilih Merpati Tinggian


Bentuk Kepala
Pilih burung yang mempunyai kepala besar dan dengan batok kepala depan lebih tinggi dari batok kepala belakang "nonong", tapi pilih yang mempunyai derajat kemiringan antara pangkal hidung dengan atas batok kepala sebesar 45-60, jangan yang memiliki derajat kemiringan 90, karena biasanya bentuk kepala seperti ini dimiliki oleh burung yang hanya bagus turun atas kepala "tengah" (arah jam12.00). berbeda dengan yang mempunyai kemiringan 45-60, tipe kepala seperti ini kan OK turun dari arah manapun. selain itu biasanya burung dengan bentuk kepala spt ini lebih cerdas (mengingat untuk merpati tinggian sangat diperlukan feeling yang mempunyai tingkat kecerdasan tinggi)
Mata
Mata sebagai senjata utama bagi merpati untuk menemukan gerakan tentu tidak akan kita abaikan dalam hal pemilihannya. Pilih mata yang mempunyai pupil (bijih mata) berwarna hitam pekat dan responsif terhadap cahaya (akan membesar dan mengecil dg cepat saat menerima perubahan rangsangan cahaya). Pilih juga yang mempunyai cincin lingkar menempel pada bijih mata (biasanya berwarna hijau) 1/4 keliling bijih mata menggantung di depan bawah. Sedangkan untuk warna mata, pilih yang mempunyai dua warna mata,biasanya perpaduan antara kuning tua dengan kuning muda, merah tua dengan hijau tua, atau merah muda dengan putih. Pilih yang mwmpunyai warna tengah lebih tenggelam dari warna luarnya,sehingga akan terlihat jelas perbedaan antara keduanya (bila mata burung kita lihat pada tempat yang teduh/tidak terkena cahaya langsung). jika mata burung kita lihat pada saat terkena sinar matahari langsung, maka kedua warna mata akan bergabung dan tampak seperti titik2 warna yang menyatu.
Bentuk paruh
Pilih paruh yang berbentuk "merit" (runcing pada ujungnya), tidak terlalu besar & tidak terlalu panjang. Pilih yang mempunyai panjang dari ujung hidung sampai ujung paruh berjarak sedikit lebih pendek dari jarak pangkal hidung sampai batok kepala depan teratas.
Hidung
Kalau didaerah saya, oleh sebagian teman, keadaan, bentuk,besar dan kecilnya hidung tidaklah pernah digubris. akan tetapi tidaklah sependapat dengan yang akan saya sampaikan, karena menurut pengalaman, berbagai bentuk hidung mempunyai kelebihan dan kelemehan. menurut saya hidung juga berperan untuk merpati menemukan jalan pulangnya (disamping feelingnya), beberapa hidung favorit saya:
1. besar, panjang, menggembung (bukan "prambon"/turunan dari merpati pos), saya suka dg hidung berbentuk seperti ini bila mempunyai warna kapur pekat dan pangkal hidung bagian bawah menjorok kebelakang.
2. besar, panjang, "trepes"/melekat ke paruh (jika burung ini "prambon"), sy suka hidung berbentuk seperti ini jika memiliki warna kapur pekat akan tetapi terlihat garis2 samar sejajar berwarna kemerah2an diseluruh bagian hidungnya, dan pangkal hidung bagian bawah menjorok kebelakang.
3. kecil, menggembung (strain jawa, baik jawa sungut ataupun jawa deles), saya suka dg hidung berbentuk ini bila mempunyai warna kapur pekat dan pangkal hidung bagian bawah menjorok kebelakang. adapun bila pada pangkal hidung berbentuk lurus, saya suka burung ini untuk "gaburan"/bermain dirumah, biasanya burung tidak membutuhkan jarak jauh2 untuk bisa terbang tinggi, yang penting pemilihan mitra terbang yg imbang dan sepadan (justru bila burung dengan tipe hidung seperti ini akan pulang lama bila dilepas jauh, bahkan kadang hilang).
Leher
sampai saat ini saya masih berpendapat bahwa leher adalah sarana utama bagi burung merpati untuk "metil"/"njungkel"/"nunjem"/"nenggel"/"thel". pilih leher yang kuat dan jangan terlalu panjang, pilih panjang leher yang sedikit lebih pendek dari tulang dadanya. pilih juga tulang leher yang kuat, tegak, kencang dan mendongak keatas (saat burung memperhatikan sesuatu,biasanya gerakan), akan tetapi akan kembali mengendur/menekuk seperti semula. karena leher yang selalu tegak terkesan kaku, dan kualitas "metil" kalah fleksibel dibanding dengan tipe tulang leher yang tadi saya sebutkan.
Sayap
sayap sebagai sarana utama burung untuk terbang hendaknya kita harus benar2 memilihnya yang terbaik, beberapa contoh:
1. bahu sayap harus kuat dan lentur/jangan kaku, untuk bentuk bisa bervariasi, ada yang tebal bulat, pendek berotot. ada juga yang berbentuk pipih, lebar berotot.
2. bulu sayap tebal kencang tidak bergelombang. pilih juga yang lebar (landung) rapat jarak satu bulu dengan yang lainnya. ujung bulu meruncing.
3. tulang bulu sayap besar kuat sedikit lentur pada ujung bulunya pilih juga yang memiliki sayap sedikit terlihat "mekongkong" saat dipegang. jangan yang memiliki sayap merapat ke badan, karena kualitas turunnya akan lebih kencang yang mempunyai sayap agak "mekongkong".
Bentuk dada
Pilih bentuk dada yang berbentuk huruf V (kalau dilihat dari depan), jangan yang berbentuk O, apalagi elip mendatar/gepeng. burung dengan bentuk dada berhuruf V biasanya akan turun kencang dari arah manapun. berbeda dengan yang berbentuk huruf O (hanya bagus turun atas kepala/jam12.00), karena kalau turun agak condong biasanya kecepatan turun burung berbentuk dada sepeti ini akan berkurang.
Tulang Dada
Pilih tulang dada yang mempunyai panjang sedikit lebih panjang dari telunjuk orang dewasa, atau paling tidak sama panjang. masalah bentuk sany punya pengalaman sseperti ini:
1. berbentuk seperti tanda 'centang' : dengan tulang dada blk menjorok kebelakang, biasanya burung jadi berbentuk jantung. burung dengan type tulang dada seprti ini dengan perangkat lain yang memadai biasanya akan turun anteng/tidak goyang.
2. berbentuk seperti perahu : dengan perangkat lain yang memadai dan "cekelan"padat berisi, burung akan turun sambil "nggenjot-nggenjot"
Sapit Udang
Ada yang berpendapat bahwa kondisi, ukuran jarak dan bentuk "sapit udang" pada burung merpati tidak mempengaruhi gaya terbang dan turunny, kalau dari pengalaman saya pribadi, bila dinilai dari cara terbang burung sendiri memang sampai saat ini saya belum menemukan adanya pengaruh "sapit udang" sama gaya terbang burung. akan tetapi untuk masalah turun sprtiny berpengaruh besar. ketebalan dan kuatny "sapit udang" pun juga mempengaruhi turunnya merpati. seperti cont; merpati dengan "sapit udang" rapat (tidak berjarak sama sekali/"ganthet") biasany kalau burung mempyai kemampuan turun, turunnya akan pelan. merpati dengan "sapit udang" berjarak sempit, kira 0,5-1cm (untuk burung merpati berukuran besar). 0,5cm (untuk merpati berukuran sedang) kalau burung mempyai kemampuan turun, turunny akan megal-ol/goyang-goyang. merpati dengan jarak "sapit udang" kira2 >1cm kalau burung mempyai kemampuan turun, akan turun dengan "anteng"/tidak goyang2, tentuny juga didukung ukuran "brutu" dan bentuk ekorny. kondisi "sapit udang" yang bengkok sejauh pengalaman saya: dulu saya pernah punya burung dengan jarak "sapit udang" kira2 1cm, sebelum "sapit udang" bengkok burung mampu turung cepat dan shoot kasar, karena shoot terlalu keras, burung turun "ngebrok lemah". kemudian salah satu "sapit udangny" patah, setelah manjalani perawatan beberapa minggu "sapit" nyambung tapi bengkok sebelah. sejak saat itu burung tersebut masih mampu turun hanya kecepatan turun dan shootny berkurang.
Pinggang/Brutu
perbedaan ukuran dan jarak dari pinggang/"brutu" merpati tentuny tidak mungkin bila tidak memp pengaruh apa2 pada kinerjany. dari yang berukuran besar, kecil, sedang, berjarak rapat ataupun yang berjarak renggang. kalau dari pengalaman, pinggang berjarak renggang dari badanny akan membuat burung tidak memiliki keseimbangan yang bagus. burung dg kecepatan turun lambat, tentuny tidak akan terlihat dg jelas ketidakseimbanganny dengan adany pinggang seperti ini. berbeda dengan burung dengan kemampuan kecepatan turun tinggi/keras, jika memiliki pinggang renggang seperti ini akan terlihat jelas saat burung turun arah jam 12.00/atas kepala. kemungklinan pertama turun burung akan patah/ separuh jalan berbelok. kemungkinan kedua burung turun dengan kecepatan tinggi tanpa adany keseimbangan pengereman, akibatny burung akan turun dengan keras(yg berakibat menyakiti diriny sdr). berbeda dg pinggang yang berjarqk rapat, baik yang besar maupun yang kecil memiliki kelebihan sdr2. dengan perkakas lain yang mendukung, burung dengan "brutu" kecil rapat, akan memiliki tipe turun "anteng"/tidak goyang2. burung dengan "brutu" besar rapat, akan memiliki tipe turun tampak goyang2, bila semua perkakas mendukung sebenarny goyang2ny itu merupakan seni lemparan tubuh burung/"nggenjot2" saat turun.
Ekor
ketebalan dan bentuk ekor saat burung kita pegang tentuny akan bermacam2, dari sinilah kita sebenarny dapat mengira2 daya dan gaya turun dari burung tersebut.
pilihlah burung yang mempunyai bulu ekor rapat, tebal dan panjang (tebal disini harus disesuaikan dengan pegangan/"cekelan" burung, u/ kadar ketebalan bulu ekor akan berbeda dari "cekelan" padat/"kiyel", empuk/ngapuk, keras/rapet/"atos" yang sangat susah u/ di utarakan lewat tulisan) tapi dengan pemilihan dan pembelajaran yang berulang2 psti kelak dengan mudah kita akan dapat membedakan ukuran yang sesuai.
*saat kita pegang bulu ekor akan tampak menyatu, itu ciri dari "brutu" kecil, biasany bentuk ekor spt ini dimiliki oleh burung dengan gaya turun "anteng".
*saat kita pegang bulu ekor akan tampak melebar pada ujungny/tdk mengumpul jadi satu, itu ciri2 dari "brutu" besar, biasany bentuk ekor seperti ini dimiliki oleh burung dengan gaya turun "nggenjot2". saat kita pegang ekor merpatipun akan mempunyai daya tekan kebawah yang berbeda2, ada yang "ndlosor", "ngawet" 45 derajat, dan ada pula yang "ngawet" 90 derajat/ ditempat saya biasa disebut dengan "bengkuk". u/ gaya terbang :
*bila burung mempunyai pegangan ekor "ngawet" 45 derajat: burung dengan pegangan ekor seperti ini bila dilepas dengan patner yang mempunyai tipe pegangan ekor sama, akan mempunyai gaya lepas/start memutar agak melebar dan tidak beraturan (kadang start belum tinggi burung sudah menuju kearah tujuan)
*bila burung mempunyai pegangan ekor "ngawet" 90 derajat/"bengkuk": burung dg pegangan ekor seperti ini bila dilepas dengan partner yang mempunyai tipe pegangan ekor sama, akan mempunyai gaya lepas/start memutar "cekak", seperti obat nyamuk (biasany burung mencapai ketinggian tertentu baru menuju arah tujuan)
*bila burung mempunyai pegangan ekor "ndlosor": burung dengan tipe pegangan ekor seperti ini biasany memp 2 kemungkinan gaya terbang. yang pertama terbang langsung menuju arah tujuan. yang kedua "nggandeng"/ ngikut partnernya.
Kaki
kalau soal kaki saya lebih suka kaki yang merit, garing/terlihat "mbesisik" & panjang (baik kaki maupun jarinya) saat dipegang posisi kaki menjorok/mendorong kebelakang sejajar dengan arah ekor.
Tingkah laku merpati
- Suara kepakan sayap
bila kita mau memperhatikan suara kepakan dari sayap burung merpati, tentu dari merpati yang satu dan lainnya akan berbeda. apa sebenarny yang membuat suara kepakan ini kian berbeda?
ya,, memang suara kepakan dari burung yang sudah jadi/terbang tinggi dan belun jadi/masih latihan ternyata memang berbeda. apalagi dengan burung merpati yang sama sekali belum latih terbang (umbaran)
*kepakan sayap burung merpati yang sudah terbang akan terdengar lebih ringan (teratatak) kira-kira begitu,kalau sudah terbang dan tinggi, di sela2 kepakannya ada suara seperti(wis.. wis..)
*sedangkan sayap burung merpati yang belum folsir terbang/jarang terbang akan terdengar lebih berat(tjeplak-tjeplak)
memang kalau tanpa mengamati dengan seksama dan berulang2 akan tampak susah membedakan suara kepakan ini.
- Cara turun
saat kita belanja di pasar,, tentu akan banyak pedagang yang sibuk menawarkan merpati dagangannya,, kalu saya,, saat membeli sering mengamati dari jarak yang agak jauh, melihat para pedagang menawarkan burung2 yang dijajakanny pada calon pembeli, biasany burung ini (burung giring) akan diperlihatkan giringny dengan cara betina di naik turunkan kurungan,, nah,, inilah kesempatan kita menilai mental si burung tersebut!
kalau kita mau mengamati, cara turun burung dari kurungan itu akan bermacam2. ada yang melompat dengan mengepakkan sayap, ada yang langsung turun menjatuhkan tubuhnya (ada yang dengan posisi kepala di depan, ada pula yang dadanya di depan). ya,, untuk mental burung, ,burung yang menjatuhkan tubuhnyalah yang memiliki mental untuk turun. bukan merpati yang turun kurungan dengan cara melompat dengan mengepakkan sayapnya.
akan tetapi cara itu hanya bisa di pakai untuk memperkirakan kemampuan mental turunny, bukan kemampuanny untuk turun. karena untuk kemampuan turun masih diperlukan perangkat2 lain yang memadai(tulang leher,sapit udang,pinggang,dll)
- Cara Jalan
banyak dari penggemar burung merpati tidak lagi memperdulikan cara jalan dari burung merpati ini.
memang cara jalan burung hanya bisa digunakan untuk memperkirakn malas dan tidakny burung,, meski hanya sedikit orang yang mempercayai, semoga pendapat ini bisa sedikit bermanfaat bagi sesama penggemar yang menginginkan burung merpatiny adalah merpati yang rajin dan tidak malas terbang.
saat burung berjalan, coba kita amati telapak kakiny,, napak(menyentuh tanah) atau tidak.
biasany burung merpati yang berjalan hanya menapakkan keempat jariny(tanpa telapak kakiny),
akan mempunyai kemampuan terbang yg lebih panjang/lama dari pada burung yang menapakkan telapak kakiny saat berjalan. anda tidak percaya? coba buktikan sendiri dengan burung yang mempunyai segala baik pegangan dan lain2 yang sama, dan perkiraan umur yang sama, latihan yang sama, pakan yang sama, dengan jalan yang berbeda seperti diatas.
saat burung sudah sama2 jadi/hafal lapak/rumah, terbangkan burung berulang kali, dan burung mana yang memp. ketahanan terbang paling baik diantara keduanya? burung mana yang lebih dulu lelah/"ngenduk"/hinggap di sembarang tempat?
- Penampilan
setelah melihat cara berjalan dari burung merpati, tidak salah bila kita melihat keunggulan burung merpati dari bentuk tubuhny saat berdiri. burung yang berdiri terlihat punggung & pinggangny menyembul/ tampak "berpunuk" tentu akan memp kemampuan terbang dan turun yang berbeda dari burung yang memp bentuk tidak seperti itu. biasany sayap burung akan tampak menggantung. bila kita melihat merpati dengan bentuk tubuh seperti itu, ada kemungkinan burung ini memp gaya terbang dengan speed kencang, dan kemampuan turun yang patut diperhitungkan.
- Gerak bulu ekor
saat kita memilih burung merpati, baik di pasar maupun di peternak, tidal ada salahny kita memperhatikan pergerakan bulu ekor merpati tesebut saat bekur.
I. ekor burung saat bekur yang memp kecepatan "megar-mingkup"/ bulu2 ekorny merapat dengan cepat (dilihat dari samping), biasany dimiliki oleh burung yang mempunyai pinggang rapat. dan ini sangat mempengaruhi kemampuan turunny.
II. ekor bururng yang selalu "megar"/terlihat jarak2 dari bulu ekorny (dilihat dari samping), Akan mempunyai kemampuan turun yg kalah baik bila dibandingkan dengan tipe pertama.
- Waspada
saat burung kita lepas di luar kandang, bila kita mau memperhatikan tentu pandangan dan gerak-gerik kepala burung merpati ini akan mempunyai gaya yang berbeda. ada yang hanya diam terlihat cuek dengan keadaan sekitar, ada pula yang tampak waspada dan gesit mengikuti gerakan2 disekitarny, baik gerakan didekatny ataupun gerakan dari kejauhan. burung dengan tingkat kewaspadaan tinggi patut kita perhitungkan kemampuan penglihatanny.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar